Selasa, 30 Juli 2013

Indah Pada Waktunya

Saya tidak pernah menyangka bahwa status saya yang masih  "jomblo" di usia saya yang sudah "matang" ini akan menjadi sesuatu yang SANGAT meresahkan, tidak hanya bagi orang tua saya tetapi juga seluruh anggota keluarga. Mungkin ada pikira-pikiran negatif yang ditujukan pada saya, baik dari keluarga, teman, bahkan, kenalan-kenalan saya. Kenapa sampai diusia saya sekarang belum juga menikah?
(saya pernah membahas ini dipostingan saya sebelumnya)
Tapi, apa yang bisa saya lakukan? Kalau saja mencari teman hidup semudah membalikkan tangan. Atau tidak sesulit jaman orang tua saya dulu. Banyak stock. Hehehe

Saya percaya tak seorang pun di dunia ini, termasuk saya, ingin tidak menikah. Sehancur apapun wajahnya, atau secacat apapun tubuhnya. Terkecuali jika hal itu memang pilihannya atau Tuhan menghendaki orang tersebut melajang untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dikhususkan Tuhan bagi mereka (seperti pastur, biarawati, biksu). Dan kalaupun ada orang yang memilih untuk hidup melajang, jika Tuhan menetapkan orang tersebut untuk menikah, dia pasti akan menikah.

Pernah menonton Film The Sound of Music?  Masih ingat kan bagaimana si calon biarawati, Maria Rainer (Julie Andrews) berusaha mengingkari perasaannya kepada Captain von Trapp (Christopher Plummer)? Dan bagaimana si kepala biara (yang pastinya atas perintah Tuhan), meminta Maria to search for and find the life she was meant to live? Masih ingat apa yang terjadi dengan keduanya saat mereka sudah mengakui perasaan masing -masing? Kalau teman-teman mau tau, nonton ya …:)

Saya selalu percaya, jika Tuhan sudah membuat rencana atas hidup seseorang (dan memang selalu ada rencana yang Tuhan buat atas hidup tiap orang) untuk menikah, siapa pun tidak akan bisa menghalangi Dia untuk merealisasikannya. Termasuk orang yang harus menikah tersebut! Sekuat apapun dia mencegah hal itu terjadi, itu akan menjadi usaha yang sia-sia.
Intinya, saya tidak pernah memilih untuk terus dalam keadaan saya yang sekarang ini. Saya juga punya kerinduan untuk menikah. Memiliki anak (anak-anak). Berkeluarga. Masalahnya, Tuhan belum menjawab keinginan saya. Dan saya juga tidak punya hak memaksa Dia memenuhi kemauan saya. Sesering apapun saya meminta, sekhusuk apapun saya berdoa, sekuat apapun saya memohon, sekeras apapun saya berusaha, kalau Tuhan bilang "BELUM ", yaa  "BELUM ". Berusaha menerima semuanya dengan sabar.
Namun, jika memang sudah waktunya, saya yakin, Tuhan pasti akan membuka jalan untuk itu semua. Saya pasti, entah bagaimana caranya, akan dipertemukan dengan pria yang akan menjadi suami saya. Dan sesulit apapun jalan yang harus ditempuh, Tuhan akan membuatnya mustahil untuk dilalui. Yang diperlukan hanya ketekunan dalam berdoa, kesabaran dalam menanti, dan kepercayaan dalam berpengharapan.
Dan tolong jangan juga menghakimi, dengan mengatakan :
” Lory kamu terlalu banyak milih-milih ya? Jangan terlalu dipilih, ntar gak nikah-nikah loh.."
Saya mau katakan, TIDAK MUNGKIN saya tidak memilih.  Saya pasti memilih. Memilih adalah sesuatu yang menurut saya harus dilakukan. Untuk sebuah baju yang akan dibeli dan mungkin hanya dipakai setahun atau paling lama 5 tahun saja kita perlu memilih. Dalam memlilih seorang pejabat pemerintah pun pasti kita memilih figur yang benar-benar baik. Bagaimana mungkin untuk teman hidup yang akan mendampingi sampai akhir hayat tidak diperlukan proses seleksi? Justru pemilihan yang dilakukan harus sedetil mungkin. Berhati-hati. Supaya tidak salah menetapkan dan pada akhirnya menyesal di kemudian hari.

Saya percaya, saya akan dimampukan Tuhan untuk mengenali orang yang sudah Dia tentukan untuk saya dan hanya memilih dia sebagai teman hidup saya.  Dan kalau pun Tuhan belum memberikannya kepada saya sampai kepada saat ini, mungkin masih ada hal-hal yang Tuhan ingin benahi terlebih dahulu dalam diri saya, dalam diri calon teman hidup saya, dalam diri keluarga kami. Mungkin ada hal-hal yang memang Tuhan ingin persiapkan dulu sebelum semuanya Tuhan buat terjadi. Mungkin ada hal-hal yang masih harus dikerjakan Tuhan untuk membuat semuanya berjalan sesuai rencanaNya.
Kalau sudah begitu, yang bisa saya lakukan hanyalah membiarkan Dia melaksanakan apa yang dianggapNya perlu dan baik bagi saya. Tanpa banyak komentar dari saya. Karena saya percaya bahwa semua yang dikerjakan Tuhan adalah untuk kebaikan saya. Yang tidak bisa saya lihat sekarang, tapi nanti. Tuhan tahu kapan waktunya. Dan bila tiba waktunya semua pasti Indah. Tuhan sudah menentukan semuanya. Bahkan sebelum saya lahir ke dunia.

( 13 ) Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

( 16 ) mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

(Mazmur 139)
"Hari – hari yang akan dibentuk", termasuk hari saya bertemu dengan teman hidup saya, saya berkenalan dengan dia, saya jatuh cinta kepadanya, saya berpacaran dengannya, saya dilamar olehnya, saya menikah dengannya, dan hari – hari lainnya saya bersama dengan dia, semuanya sudah TERTULIS dalam kitabNya.
Saya bisa memahami kekhawatiran yang dirasakan orang tua dan keluarga saya. Dan hal itu wajar. Terlepas dari apapun alasan yang mendasarinya. Percayalah, saya juga punya ketakutan yang sama. Bahkan mungkin lebih. Saya jadi bertanya-tanya apakah hal itu  (pernah) terlintas dalam benak mereka? Apakah mereka juga merasakan ketakutan saya? Memahami bahwa saya juga punya kekhawatiran yang sama?

" Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, 
sebab Ia yang memelihara kamu."
(1 Petrus 5:7)

Sekali lagi, saya tidak punya kuasa untuk membuat rencana Allah terjadi dalam kehidupan saya sebelum waktuNya. Bisa saja saya membuat rencana sendiri tanpa melibatkan Allah. Tetapi saya tidak siap dengan segala konsekuensinya. Terlalu berbahaya.  Saya pilih cara aman saja. Supaya saya mendapat damai sejahtera Allah.


So.. bagi yang masih melajang sampai kepada saat ini, tetaplah berdoa dan bersabar dalam menantikan waktu Tuhan. Teruslah berusaha untuk membuka diri dan bergaul dengan sebanyak mungkin orang. Perbaikilah apa yang harus diperbaiki dalam diri kita. Tuhan pasti memberitahu dan Dia akan menolong kita dalam melakukannya. Dan bagi keluarga, teruslah berdoa. Jangan berhenti berharap pada Tuhan. Berikanlah support bagi si lajang. Terlebih lagi jika mereka sudah keras berusaha. Jika sudah tiba saatnya bagi mereka  (kami) untuk menikah, mereka (kami) pasti akan menikah.


"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, 
bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat 
menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."
(Penghotbah 3:11)