Rabu, 27 Februari 2013

Nick Vujicic : Life Without Limits (Tanpa Lengan dan Tungkai Aku Bisa Menaklukan Dunia)


“Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa bahagia walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah  aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai, Atau aku bisa bersykur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya.” 

Sebuah buku yang menginspirasi saya dan kembali  menyegarkan Iman Percaya saya bahwa kebahagiaan sejati hanya berasal dari Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana menemukan tujuan  hidup, terlepas dari kesulitan apapun yang sepertinya mustahil untuk kita lalui. 


Biografi

Kisah inspiratif  ini menggambarkan tentang Maha Adilnya Tuhan bagi hambaNya. Nick Vujicic lahir di sebuah rumah sakit di Kota Melbourne pada tanggal 4 Desember 1982. Orangtuanya sangat terkejut ketika melihat keadaan putra mereka yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki. Menurut dokter yang menanganginya, Nick terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Kondisi ini kontan membuat ayah Nick (seorang pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu Nick (seorang perawat) bertanya-tanya dalam hati, kesalahan besar apa yang telah mereka perbuat hingga putranya terlahir tanpa anggota-anggota tubuh.
Biografi Nick Vujicic | Kisah Hidup Inspiratif
Tak jarang, mereka menyalahkan diri sendiri atas keadaan Nick. Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Ayah dan ibu Nick melihat putranya, biarpun cacat tubuh, tetap tumbuh kuat, sehat, dan ceria - sama seperti anak-anak lainnya. Dan, Nick kecil terlihat begitu tampan serta menggemaskan! Matanya pun sangat indah dan menawan. Maka, mereka mulai bisa menerima keadaan putranya, mensyukuri keberadaannya, dan segera mengajarinya untuk hidup mandiri. Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya. Sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan. Kemudian, dengan tekun dan sabar, sejak usia 6 tahun, Nick belajar menggunakan jari-jari kakinya untuk menulis, mengambil barang, dan mengetik. Kini, Nick menyebut telapak kakinya yang berharga itu sebagai "my chicken drumstick."Agar bisa hidup lebih mandiri, kuat secara mental, dan bisa bergaul dengan luwes, ibu Nick memasukkan putranya ke sekolah biasa. Segera saja, Nick menyadari bahwa keadaannya sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia juga mengalami berbagai penolakan, ejekan, dan gertakan dari teman-teman sekolahnya. Hal ini membuatnya merasa begitu sedih dan putus asa. Pada usia 8 tahun, Nick sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.
Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya. Ia juga hidup dalam keluarga yang berkecukupan.

Biografi Nick Vujicic | Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang. "Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!" demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.
Biografi Nick Vujicic | Kisah Hidup Inspiratif

Untuk meraih mimpinya, Nick Vujicic belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Segera setelah itu, ia mengembangkan lembaga non-profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya, pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi. Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang-khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."
Mungkin sosok Nick Vujicic bisa kita jadikan sebagai inspirasi, dengan keterbatasan diri mulai dari lahir banyak sekali kesuksesan dah hal yang bisa dia perbuat untuk pencerahan ribuan orang yang dia berikan motivasi. Tidak kah kita tergerak untuk melakukan lebih karena Tuhan menciptakan kita sebaik mungkin. Bila kita belum bisa memahami makna pemberian dan karunia dari Tuhan Sang Pencipta Alam, mungkin kita akan berprasangka buruk pada-Nya, kenapa  ada yang terlahir kedunia tidak sempurna selayaknya manusia lain, apakah Tuhan tidak adil. Bila kita beriman pada-Nya kita tetap akan mengakatakan Tuhan Maha Adil, Zat yang paling adil. Semua hal apapun tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan dan kehendak Tuhan. Tuhan Maha Mengerti apa yang terbaik bagi umatnya, oleh karena itu apa yang kita miliki apapun kondisinya itulah yang terbaik bagi kita saat ini.
Saya sangat percaya buku ini tidak saya dapatkan secara kebetulan. Mengapa sampai buku ini sampai ke tangan saya. Cerita seorang Nick sebelumnya sudah pernah saya baca di postingan Facebook beberapa teman dan sempat juga melihat beberapa videonya di youtube. Saat itu juga terbersit dalam pikiran saya ; saya harus segera membeli buku itu. Tetapi karena beberapa kesibukan saya lupa untuk mencarinya di Gramedia. Hingga pada tanggal 14 February 2013 yang adalah hari Valentine, dikantor saya diadakan acara tukar kado. Kado2 sudah dipersiapkan oleh semuan teman-teman yang ikut dalam acara tersebut. Tiba saat penukaran kado, ternyata saya mendapat kado sebuah buku. Ternyata sebuah buku yang termaksud dalam list buku yang ingin saya beli. Praise GOD. Betapa senangnya saya. Finally saya tidak perlu mengeluargan biaya lagi untuk membeli.
Tuhan menjawab doa saya lewat buku ini. Buku inilah yang saya perlukan disaat-saat seperti ini. Saat dimana kekuatiran saya akan janji Tuhan dalam hidup saya. Merasa seakan Tuhan jauh dari hidup saya. Sebuah krisis Iman yang saya rasakan saat ini. Saya sering merasa kehidupan ini tidak adil. Masalah, penderitaan sering dapat memunculkan rasabimbang dan putus asa. Tuhan berfirman:
“Apapun cobaan yang kalian hadapi terimalah dengan suka cita”
Kisah Nick benar-benar menyegarkan Iman saya bahwa untuk hidup tanpa batas ternyata saya membutuhkan:

Rasa memiliki tujuan yang kuat
Harapan yang begitu kuat sehingga tak akan luntur
Iman kepada Tuhan dan peluang yang tak terbatas
Rasa cinta dan penerimaan diri sendiri
Sikap yang berkualitas
Jiwa yang berani
Kemauan untuk berubah
Hati penuh keyakinan
Hasrat untuk mendapat peluang

Misi yang mengutamakan pelayanan bagi sesama