![]() |
| [Taken from google] |
Rasanya menyesakkan mengetahui tidak
dapat melakukan sesuatu yang lebih untuk menolong orang – orang yang sedang
dalam kesusahan. Terlebih lagi orang – orang yang dikasihi. Bukannya mau sok
pahlawan, tapi seakan – akan diri ini tidak berguna sama sekali karena tidak bisa
melakukan sesuatu untuk mereka dalam mengatasi masalahnya. Useless! Percuma
hidup kalau kehadiran kita seperti tidak memiliki faedah atau arti dalam
kehidupan mereka. Ngomong mengasihi, tapi kok tidak bisa bantu sama sekali.
Menyedihkan sekali kan ?!
Belum lama ini seorang teman baik saya menelpon dan
menceritakan masalahnya kepada saya. Hubungan saya dengan dia bisa dibilang
dekat karena tidak jarang kami saling curhat tentang masalah yang kami hadapi.
Entah masalah pribadi atau masalah dengan keluarganya. Saya tahu Dia benar-benar membutuhkan bantuan saya. Berharap walaupun sedikit dari yang mau dipinjamkan. Rp 10 juta.
Untuk yang pertama, jujur untuk
jumlah yang diminta, saya tidak bisa memenuhi. Dan meminjamkan sedikit rasanya
kok tidak akan berarti sama sekali ya?! Jadi bantuan yang bisa saya berikan
adalah menghubungi beberapa teman yang kami tahu berpenghasilan tinggi atau
cukup ”makmur” karena tidak memiliki tanggungan sana – sini (atau
tanggungannya hanya sedikit ), berteman cukup dekat dengan kami plus berkenan
untuk dipinjami dan dibayar dengan cara mencicil 10 kali. Dengan kata lain, menjembatani
teman saya yang berhutang ini dengan teman kami yang kami pikir punya potensi
untuk dipiutangi.
Kenapa dia tidak melakukannya
sendiri ?!
Malu !
Beberapa orang sudah saya hubungi.
Sayang sekali mereka menolak meminjamkan uang. Alasannya ada yang sama seperti
saya. Apalah arti meminjamkan jumlah yang sedikit padahal yang dibutuhkan besar
sekali. Alasan lainnya mereka takut teman kami yang berhutang ini tidak bisa
membayar secara rutin. Yang lainnya lagi, punya pertimbangan sendiri yang tidak
bisa dikemukakan.
Intinya, untuk beberapa orang yang
sudah saya hubungi, semuanya tidak bersedia. Well, semuanya bisa dimengerti.
Lagipula jumlahnya juga tidak sedikit. Akan sulit pastinya meminjamkan uang
meskipun kepada teman. Terlebih lagi saat mengetahui bahwa dia tidak memiliki
penghasilan lain selain gajinya setiap bulan. Meskipun saya berjanji bahwa saya
akan membantu menagihkan supaya yang dikhawatirkan mereka tidak terjadi
sehingga teman kami ini bisa keluar dari masalahnya, tetap saja tidak berhasil.
“ Maaf ya, si A tidak bisa
meminjamkan. Gimana nih ?! “
Kata saya memberi kabar melalui BBM
tentang penolakan seorang teman yang kami kenal cukup bermurah hati dalam soal
meminjamkan uang.
“ Gak papa ‘lory. Mungkin emang belom
rejeki gue “
“ Maaf ya nggak bisa bantu banyak.
Loe ada temen, sodara, kenalan untuk minjemin gak ?! “
“ Gak ada ‘lory. Bantu doa aja ya 'lory. Thanks ya ‘lory “
Terima kasih ?! Saya tidak melakukan
apapun yang membuat saya layak menerima ucapan terima kasih. Saya gagal
membantu teman saya ini … :(
Aaaarrrrrrggggghhhhh … *jambak –
jambak rambut *
Dan yang kedua, salah seorang adik (sepupu) saya beberapa hari yang lalu chatting dengan saya, dia menceritakan kepada saya kalau dia sedih
karena masalah keluarga. Saya tidak bisa melakukan apa – apa juga untuk
meringankan bebannya.
Ampun deh … buat apa gue hidup ya ?!
Adik sendiri aja nggak bisa ditolong!
Untuk hal yang satu ini saya sadar
saya tidak akan bisa melakukan apapun karena memang hal tersebut di luar kuasa
saya. Ini masalah keluarga. Saya orang luar. Tapi tetap saja rasanya
menyesakkan mengetahui bahwa saya tidak dapat berbuat sesuatu untuk dia.
Terlebih lagi mengingat dia bukan orang biasa dalam kehidupan saya. Seseorang
yang saya kasihi. Yang dekat dengan saya.
“ Ada yang bisa kakak lakukan untuk
meringankan bebanmu ?! Apa ?! “
Harusnya saya bisa memberikan
semacam jalan keluar. Ini ?!
Ah! Menyebalkan!
Untuk mereka yang saya kasihi, saya
tidak bisa melakukan banyak. Salah! Bukan banyak. Saya malah tidak bisa
melakukan apa – apa! Hanya bisa berdoa. Saya percaya doa itu sangat besar kuasanya! Tapi kok rasanya tidak cukup ya hanya berdoa?! Ingin sekali
melakukan sesuatu yang nyata sehingga mereka bisa lepas atau keluar dari beban
mereka masing – masing. Tapi apa ?! Bagaimana ?!
------
” Diamlah dan ketahuilah, bahwa
Akulah Allah ! “
------
Menanti Tuhan bekerja mengatasi
masalah mereka tanpa turut campur tangan saya. Allah ingin menyelesaikannya
sendiri menurut cara dan waktuNya.
Mungkin …
