“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
- Pramoedya Ananta Toer -
Saya cukup kagum dengan petikan tulisan di atas.
Seperti yang telah diketahui bahwa tradisi dari kaum intelektual adalah menulis.
Sebuah cara yang biasanya digunakan untuk mengungkapkan sebuah permasalahan,
bisa dalam bentuk pemberian opini ataupun ide-ide untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat. Di sisi lain, dengan
menulis, kita dapat menuangkan imajinasi dalam rangkaian kata. Saya sendiri
tidak pandai dalam mengungkapkan apa yang saya pikirkan ketika berbicara, bahkan
ada banyak hal yang ingin saya utarakan, namun faktanya saya hanya diam seribu
bahasa. Kemampuan berbicara sangat diperlukan dalam berbagai aktivitas, dan saya
pikir, saya harus banyak belajar untuk mengungkapkan ide-ide saya dan juga perasaan saya kepada …
*loh..kok curhat?* .
Namun yang terjadi adalah saya merasa nyata di dunia maya, dan maya di dunia
nyata. Pendiam? Saya rasa bukan. Saya bisa menjadi seorang yang cerewetnya luar
biasa dengan orang-orang tertentu. Entahlah. Apakah ada yang pernah mengalami
hal yang sama dengan saya?
Tidak hanya menulis, kegiatan membaca juga
memberikan peranan penting dalam tumbuh kembang seseorang. (lihat disini). Membaca dan
menulis merupakan duet yang tak terpisahkan. Mengapa? Ada banyak hal yang harus
dicari dahulu kebenarannya sebelum kita menerimanya sebagai sebuah informasi.
Bagaimana caranya? Ya dengan membaca. Membaca merupakan sebuah cara untuk
mengetahui dunia sedangkan menulis merupakan sebuah cara untuk mempengaruhi
dunia. Kita dapat berpartisipasi di dalamnya dengan banyak membaca dan banyak
menulis, selama hal tersebut positif untuk diri sendiri dan orang lain, mengapa
tidak? Ada banyak media yang dapat digunakan dalam
menulis, salah satunya blog, media untuk curhat yang tak terlampiaskan.. haha!
Blog dapat juga berisi mengenai informasi dengan berbagai subjek tergantung dari
si penulisnya, ataupun kalau ingin lebih serius, dapat dituangkan dalam surat
kabar, jurnal, majalah, dan lain sebagainya yang dapat dibaca oleh banyak orang.
Semuanya tergantung dari diri kita, apakah kita ingin menyumbangkan sesuatu
untuk orang lain atau dunia? Semuanya dapat dimulai dengan menulis. Jadi, jangan
takut untuk memulai sesuatu yang bernilai positif.
Mari menulis guys...
Mari menulis guys...