Minggu, 27 Oktober 2013

Semua Ada Dalam Kendali-Nya



Hari Kamis kemarin ( 24 October ) saya dikejutkan dengan berita kematian kerabat kami. Akibat stroke yang dideritanya. Hampir 5 tahun dia menderita sroke. Dan tepat hari itu Tuhan memanggilnya kembali.

Dua hari kemudain.  tepatnya kemarin malam saya mendengar kabar buruk dari adik sepupu saya. Dia menelpon saya dan curhat kepada saya  bahwa dia dipecat dari tempatnya mengajar. Yep. Dipecat! Untuk alasan apa? Lagi – lagi tidak tahu. Karena sewaktu adik sepupu saya dipanggil menghadap pimpinan, wakil pimpinan  hanya mengatakan :
“ Besok kamu tidak usah datang lagi karena kamu tidak bisa diajak bekerja sama “
Begitulah kurang lebih bahasanya. Saya  juga tidak mengerti. Tapi menurut  saya, pemecatan itu pasti ada kaitannya dengan masalah liburan mereka ( adik sepupu saya dan rekan – rekan kerjanya ).

Begini ceritanya …
Minggu lalu mereka mengadakan acara kebersamaan di Bali. Saat mereka di sana ternyata ada sedikit masalah mengenai attitude rekan – rekan adik sepupu saya yang tidak proper menurut dia. Juga ada masalah kecil lainnya yang menurut pandangan saya seharusnya tidak perlu dibesar – besarkan. Cukup dikomunikasikan baik – baik untuk menyelesaikannya. Adik sepupu saya tidak tahu kalau masalah tersebut menjadi pembahasan khusus sepulangnya mereka dari Bali. Jadi mereka mengadakan meeting untuk membicarakannya.
Setelah meeting, adik sepupu saya pikir masalah itu sudah selesai. Ternyata belum. Setibanya di sekolah tempat dia mengajar keesokan harinya, tiba – tiba dia dipanggil ke ruang pimpinan dan … JGER ! She was fired !
Menurut adik sepupu saya, mungkin untuk alasan itulah dia dipecat. Karena dalam hal pekerjaan, adik sepupu saya yakin bahwa dia tidak memiliki masalah apapun. Dia bisa memastikan bahwa dia melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik dan tidak pernah ada keluhan atasnya. Jadi, satu – satunya alasan yang bisa dia pikirkan sebagai alasan pemecatannya adalah masalah liburan kemarin.
Wah, picik sekali ya. Hanya karena masalah sepele, urusannya sampai ke PHK. Syukurlah sekolah tempat dia mengajar bukan sebuah sekolah yang besar dan ternama. Sekolah itu baru dirintis. Muridnya saja masih 10 orang. (Banyak sekali yaaaa..:)  Jadi tidak terlalu rugi juga meninggalkannya. Malah dipikir – pikir ada baiknya juga dia meninggalkan tempat itu. Selain masih belum jelas status akreditasinya, adik sepupu saya ternyata pernah beberapa kali mendapati gajinya tidak dibayar on-time dan itu pun nyicil ! Jiaaahhh, gaji dicicil ! Emang panci dicicil. Hahaha …

Mungkin anda bertanya – tanya kenapa adik sepupu saya mau bekerja di tempat itu. Pertama, adik sepupu saya memang membutuhkan pekerjaan. Sebenarnya setelah resign dari kantornya yang lama, dia sudah mendapatkan pekerjaan yang baru. Tapi dia memilih untuk menjadi part timer dulu karena masih harus menjalani pekerjaan sampingan dia yang lainnya (mengajar juga).
Kedua, wakil pimpinan yang memecat kakak saya itu  terus menghubungi adik sepupu saya dan meminta dia untuk melamar ke sekolah tempat mereka mengajar tersebut. Karena menurut adik sepupu saya waktunya masih bisa diatur, dia pun menyanggupinya. Tapi baru berjalan selama 3 bulan … dipecat ! Ya, sudah. Mau bagaimana lagi ? Bukan kami yang punya otoritas dalam hal ini. Meskipun menyakitkan mendengarnya, dia dan keluarga hanya bisa menerima dengan pasrah. Puji Tuhan adik sepupu saya masih memiliki pekerjaan lain. Kiranya dalam waktu dekat Tuhan berkenan memberikan pekerjaan baru kepadanya.

Nah, hari ini saya mendengar kabar buruk juga. Ayah salah seorang rekan di kantor meninggal dunia. Padahal yang sakit ibunya. Tapi yang meninggal ayahnya. Memang sih tidak jarang yang seperti ini. Siapa yang sakit, siapa yang meninggal. Tapi tetap saja mengundang pertanyaan. Namun, itulah hidup. Umur adalah rahasia Tuhan. Tuhan yang merencanakan jalan hidup seseorang. Bukan soal penyakit atau kesehatan prima yang menentukan berapa lama kita bisa hidup di dunia. Tapi kehendak Tuhan lah yang mengatur itu semua.
Yang pasti saya cukup terkejut mendapatkan kabar buruk beberapa hari ini. Tidak menyangka bahwa akan mendengarnya dalam waktu yang berdekatan seperti ini. Jujur saya bertanya – tanya dalam hati apa yang mau Tuhan sampaikan melalui semua peristiwa itu. Selain bahwa tidak ada yang permanen di dunia ini. Hidup, karir atau pekerjaan seseorang, semuanya bersifat sementara. Seberapa keras pun usaha kita untuk mempertahankannya, kalau Tuhan mau ambil, siapa yang bisa menghalanginya?

Namun satu hal yang bisa disyukuri, bahwa semua ada dalam rencana dan kendaliNya. Sehingga tidak mungkin Dia tidak menyediakan pekerjaan pengganti dalam kasus adik sepupu saya, misalnya. Tuhan sudah memperhitungkan segalanya. Bagian kita adalah tetap percaya bahwa apa yang diijinkanNya terjadi dalam kehidupan adalah yang terbaik untuk kita.
Saya hanya berharap saya tidak harus mendengar berita buruk lagi beberapa hari ke depan. Semoga …