Selasa, 13 Agustus 2013

Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya

"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."
(Mazmur 1:1-3)


Satu kalimat yang mungkin seringkali terlewat dari perhatian kita dalam ayat ini adalah :
”...YANG MENGHASILKAN BUAHNYA PADA MUSIMNYA,...”

Kalau kita memperhatikan, selalu ada musim bagi setiap pohon buah-buahan. Ada musim jeruk, musim mangga, musim durian, dan lain sebaginya. Dan tentunya agak sulit mencari jenis buah tertentu saat belum musimnya. Saya ingat sekali waktu sepupu saya sedang mengandung.  Dia ingin sekali makan (ngidam) buah mangga muda. Padahal pada waktu itu tidak sedang  musim mangga. sampai-sampai suaminya  harus keliling berbagai tempat untuk membeli mangga muda. Walaupun dengan susah payahnya akhirnya suaminya bisa menemukan satu penjual  buah mangga muda.

Saya sering mendengar keluhan beberapa teman saya, (bahkan saya sendiripun demikian) ketika kami sharing atau berbicara mengenai beberapa permasalahan, dalam konseling-konseling di gereja,  pertanyaan-pertanyaan yang sama kembali saya dengar : “saya sudah rajin ke gereja, sudah kembalikan perpuluhan, kasih persembahan, rajin baca alkitab, mengapa Tuhan belum juga menjawab doa saya? ”. Dari sini saya mendapati bahwa tidak sedikit dari antara orang percaya yang mengharapkan sesuatu terjadi secara instan: hari ini menabur, besok menuai. Hari ini berdoa, besok (bahkan kalau bisa sekarang)  langsung terima jawaban doa.

Kemarin saat saya dengan salah satu teman kantor saya sharing tentang pergumulan hidup kami masing-masing, saya kembali disegarkan dengan Firman ini: 

 "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah kolong langit ini ada waktunya."
(Penghotbah 3:1)

Saya meminta hikmat Tuhan untuk  menggali dan merenungkan bagian Firman ini, Bukan tanpa alasan, apabila alkitab melambangkan orang percaya yg seperti "pohon". Untuk berbuah, pohon membutuhkan waktu dan proses. Demikian juga hidup saya. Butuh waktu dan proses sampai karya dan janji-janji  TUHAN YESUS  dinyatakan dalam hidup saya. 
 
Tentunya ada bagian Tuhan, ada bagian yang harus kita kerjakan. Ijinkanlah Tuhan Yesus melakukan bagiannya, yakni mengerjakan proses tersebut dalam hidup kita, dan tentunya kita juga mempunyai bagian yang harus kita kerjakan. Saya mencatat 3 hal penting dari Firman ini:  

Tetap berada dalam lingkungan yg tepat.
Lingkungan yg tepat memastikan "buah" muncul pada musimnya. Perhatikanlah cara orang bertani padi atau berkebun. Mereka memastikan environment (lingkungan) yang sehat dan mendukung pohon padi atau pohon buah-buahan tersebut untuk dapat  menghasilkan buah pada musimnya. Itulah sebabnya mereka mengolah tanah lebih dahulu, membuang setiap akar-akar tanaman liar, rumput serta bebatuan yang ada di lahan tersebut, membuat sistem pengairan yang baik, memberikan pupuk seperlunya, dan lain sebagainya dengan satu tujuan : memberikan lingkungan yang baik bagi pohon / tanaman untuk dapat berbuah.
Demikian juga dalam hidup kita sebagai orang percaya. Kita harus berada dalam lingkungan yang tepat untuk dapat melihat dari apa yang kita tabur, kerjakan dan doakan menghasilkan buah. Lingkungan yang seperti apakah yang baik untuk kita?

Will see..
Mazmur 1:1 mengatakan  

"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,..."

Lingkungan yang baik untuk kita sebagai orang percaya adalah di dalam komunitas orang percaya. Dalam hal ini kita sebagai umat yang ber-Gereja (apapun background kita; baik Protestan maupun Khatolik) tentunya mempunyai komunitas-komunitas, kelompok-kelompok doa yang di bentuk sesuai fungsi dan kerja masing-masing,  Kita bisa menjadi bagian dari komunitas-komunitas tersebut. 

Mendapatkan suplai air yang cukup.
Seluruh buah yang dihasilkan pohon buah-buahan memiliki kandungan air. Dan tentunya pohon membutuhkan air untuk bisa bertumbuh dan berbuah. Tanpa air yg cukup, pohon perlahan tapi pasti mulai mengalami kering, pada daun, batang, akar dan akhirnya mati.
Bagaimana kita memastikan “suplai air” yang cukup untuk dapat menenikmati buah dari apa yang kita tabur, doakan atau kerjakan pada musimnya?  

Dengan cara menyukai Firman Tuhan
Mazmur 1:2-3a 

 "Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,..."

Dikatakan pada ayat ini :

"orang percaya yang hidupnya seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air adalah orang percaya yang menyukai Firman Tuhan."

Orang yang menyukai dan mencintai Firman Tuhan pasti membaca, merenungkan, melakukan serta membagikan Firman Tuhan setiap hari. Itulah ibadah kita yang sesungguhnya.
Percayalah, apa yang kita tabur, doakan dan kerjakan di ladang Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Pada waktu-Nya pasti semua akan menghasilkan buah.