"Berbahagialah
orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak
berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan
pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang
merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam
di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang
tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."
(Mazmur 1:1-3)
Satu kalimat yang mungkin seringkali terlewat dari perhatian kita dalam ayat ini adalah :
”...YANG MENGHASILKAN BUAHNYA PADA MUSIMNYA,...”
Kalau kita memperhatikan, selalu ada
musim bagi setiap pohon buah-buahan. Ada musim jeruk, musim mangga,
musim durian, dan lain sebaginya. Dan tentunya agak sulit mencari jenis
buah tertentu saat belum musimnya. Saya ingat sekali waktu sepupu saya
sedang mengandung. Dia ingin sekali makan (ngidam) buah mangga muda. Padahal
pada waktu itu tidak sedang musim mangga. sampai-sampai suaminya harus keliling berbagai
tempat untuk membeli mangga muda. Walaupun dengan susah payahnya akhirnya suaminya bisa menemukan satu penjual
buah mangga muda.
Saya sering mendengar keluhan beberapa teman saya, (bahkan saya sendiripun demikian) ketika kami sharing atau berbicara mengenai beberapa permasalahan, dalam konseling-konseling di gereja, pertanyaan-pertanyaan yang sama kembali saya dengar : “saya sudah rajin ke gereja, sudah kembalikan perpuluhan, kasih
persembahan, rajin baca alkitab, mengapa Tuhan belum juga menjawab doa saya? ”. Dari sini saya mendapati bahwa
tidak sedikit dari antara orang percaya yang mengharapkan sesuatu
terjadi secara instan: hari ini menabur, besok menuai. Hari ini berdoa,
besok (bahkan kalau bisa sekarang) langsung terima jawaban doa.
Kemarin saat saya dengan salah satu teman kantor saya sharing tentang pergumulan hidup kami masing-masing, saya kembali disegarkan dengan Firman ini:
"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah kolong langit ini ada waktunya."
(Penghotbah 3:1)
Saya meminta hikmat Tuhan untuk menggali dan merenungkan bagian Firman ini, Bukan tanpa alasan, apabila alkitab melambangkan orang percaya yg seperti "pohon". Untuk
berbuah, pohon membutuhkan waktu dan proses. Demikian juga hidup saya.
Butuh waktu dan proses sampai karya dan janji-janji TUHAN YESUS dinyatakan dalam
hidup saya.
Tentunya ada bagian Tuhan, ada bagian
yang harus kita kerjakan. Ijinkanlah Tuhan Yesus melakukan bagiannya,
yakni mengerjakan proses tersebut dalam hidup kita, dan tentunya kita juga mempunyai bagian yang harus kita kerjakan. Saya mencatat 3 hal penting dari Firman ini:
Lingkungan
yg tepat memastikan "buah" muncul pada musimnya. Perhatikanlah cara
orang bertani padi atau berkebun. Mereka memastikan environment
(lingkungan) yang sehat dan mendukung pohon padi atau pohon buah-buahan
tersebut untuk dapat menghasilkan buah pada musimnya. Itulah sebabnya
mereka mengolah tanah lebih dahulu, membuang setiap akar-akar tanaman
liar, rumput serta bebatuan yang ada di lahan tersebut, membuat sistem
pengairan yang baik, memberikan pupuk seperlunya, dan lain sebagainya
dengan satu tujuan : memberikan lingkungan yang baik bagi pohon /
tanaman untuk dapat berbuah.
Demikian juga dalam hidup kita sebagai
orang percaya. Kita harus berada dalam lingkungan yang tepat untuk dapat
melihat dari apa yang kita tabur, kerjakan dan doakan menghasilkan
buah. Lingkungan yang seperti apakah yang baik untuk kita?
Will see..
Mazmur 1:1 mengatakan
"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,..."
Lingkungan yang baik untuk kita sebagai
orang percaya adalah di dalam komunitas orang percaya. Dalam hal ini kita sebagai umat yang ber-Gereja (apapun background kita; baik Protestan maupun Khatolik) tentunya mempunyai komunitas-komunitas, kelompok-kelompok doa yang di bentuk sesuai fungsi dan kerja masing-masing, Kita bisa menjadi bagian dari komunitas-komunitas tersebut.
Seluruh
buah yang dihasilkan pohon buah-buahan memiliki kandungan air. Dan
tentunya pohon membutuhkan air untuk bisa bertumbuh dan berbuah. Tanpa
air yg cukup, pohon perlahan tapi pasti mulai mengalami kering, pada
daun, batang, akar dan akhirnya mati.
Bagaimana kita memastikan “suplai air”
yang cukup untuk dapat menenikmati buah dari apa yang kita tabur, doakan
atau kerjakan pada musimnya?
Dengan cara menyukai Firman Tuhan
Mazmur 1:2-3a
"Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan
Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi
aliran air,..."
Dikatakan pada ayat ini :
"orang percaya yang hidupnya seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air adalah orang percaya yang menyukai Firman Tuhan."
Orang yang menyukai dan mencintai Firman Tuhan pasti membaca, merenungkan, melakukan serta membagikan Firman Tuhan setiap hari. Itulah ibadah kita yang sesungguhnya.
Percayalah, apa yang kita tabur, doakan
dan kerjakan di ladang Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Pada waktu-Nya
pasti semua akan menghasilkan buah.