Kamis, 29 Agustus 2013

Even If You Made Mistake When Making Decision...

Adalah bijak memberikan diri waktu untuk berpikir bahkan berdoa sebelum menentukan pilihan atau memutuskan. Terlebih lagi jika hal itu menyangkut masa depan. Karena jika salah memilih atau memutuskan, yang tinggal hanya penyesalan.
Gegabah dalam menetapkan pilihan berujung pada kekecewaan. Konsekuensi yang seharusnya bisa dihindari tidak dapat terelakan. Harus ditanggung dengan keterpaksaan. Dan pastinya membawa kesedihan. Hidup yang seharusnya dijalani dengan kebahagian hanya akan dipenuhi keluhan tak beralasan.
Tapi, bagaimana jika sudah berdoa namun masih salah dalam mengambil keputusan? Saat dijalani baru ketahuan kalau kita salah menetapkan pilihan. Bisa saja terjadi bukan? Kita salah menafsirkan maksud atau kehendak Tuhan.
Jika memang tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk mengubah apa yang terjadi atau mengganti keputusan yang sudah dibuat, the only option left is belajar merendahkan diri dan melihat segala sesuatunya dengan cara yang berbeda. Mau tidak mau. Suka tidak suka. Karena menyesali dan mengasihani diri sendiri bukanlah cara yang tepat untuk menyikapi masalah yang ada.
– If you don’t like something, change it. If you can’t change it, change the way you think about it –

[ Mary Engelbreit ]
Mengubah cara kita memandanganya.

How?

Dengan melihat bahwa apa yang terjadi tetap ada dalam kendali Tuhan. Apa yang terjadi adalah juga bagian dari rencana Tuhan.

” … bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah “

[ Rom 8:28 ]
Karena DIA akan memakai kondisi yang tidak mendukung tersebut menjadi sesuatu yang dapat mendatangkan kebaikan (berkat) untuk kita.  Tapi, hanya jika kita mau terbuka untuk DIA bekerja. Mungkin tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi pasti sesuatu yang kita butuhkan! Seperti sebuah pembelajaran yang membuat kita bertumbuh dalam banyak hal. Atau bentuk yang lainnya. Apapun itu, biarlah menjadi urusan Tuhan. Tidak perlu kita pusingkan. Yang penting kita mau belajar. Meskipun diperlukan sedikit usaha  dan perjuangan ekstra untuk melakukannya .

Teman saya pernah memberi nasehat (tentang sesuatu yang saya ceritakan kepadanya) saat saya bertanya apakah saya salah dalam membuat keputusan :
” Lory, even if you made mistake when making decision, God will always take care of you “
Bukan berarti kita bisa ‘ngasal‘ saja menentukan pilihan ‘mentang -mentang‘ Tuhan akan tetap menjaga kita.  Konsekuensi yang ditimbulkan dari membuat keputusan yang salah tetap harus ditanggung. Tapi DIA akan memampukan kita melihat situasi atau kondisi yang kita alami dari kesalahan membuat keputusan tersebut dengan cara yang berbeda. Cara yang benar. Cara yang DIA inginkan. Sehingga kita dapat menjalaninya dengan baik. Dan tidak kehilangan sukacita tentunya.

Anyway, saya juga sedang belajar. Saat ini saya sedang ada di posisi menggumulkan tentang sesuatu yang akan saya jalani dalam beberapa bulan kedepan.  Apakah saya sudah membuat keputusan yang tepat atau tidak untuk hal yang sedang dan yang akan  saya jalani nanti. Tentunya saya perlu melibatkan Tuhan unutuk masalah ini. Apa lagi suatu keputusan yang berdampak pada masa depan saya kelak, saya tidak boleh main-main. Saya masih menanti jawaban Tuhan atas itu semua. Tapi kalaupun keputusan yang saya ambil ini ternyata salah,  saya tetap bersyukur karena Tuhan baik. mau tetap menjaga dan memelihara saya. Dan kapanpun Tuhan meminta saya untuk balik arah, saya siap melakukannya.

Namun jika belum, dan saya harus gagal lagi berarti ada sesuatu yang mau diajarkanNya. Saya tetap bersyukur karena Tuhan baik. Setidaknya Dia mau saya untuk belajar dan terus belajar supaya saya menjadi pribadi yang lebih kuat dan terus mengandalkan Dia dalam segala aspek kehidupan saya,  berharap bahwa Tuhan menolong saya untuk melihat kondisi saya dengan cara yang berbeda. Yang dapat membawa saya untuk tetap bersyukur kepadaNya. Dan jika keputusan yang saya buat ini ternyata benar, sama seperti yang dikehendakiNya, meskipun kadang saya merasa sepertinya saya salah jalan, saya percaya DIA akan menuntun saya untuk dapat melihat maksud dan rencanaNya.