Seperti tidak ada tata kramanya sama sekali. Tidak sopan dan benar-benar menyebalkan.
Pagi ini seseorang di "seberang" sana menghubungi saya menanyakan keberadaan boss saya. Sebut saja namanya "Dono". Oh iya, saya belum (saat ini) memberitahukan kenapa sampai akhirnya saya bekerja di sini. Tapi saya pasti akan menulis tentang itu. Suatu hari nanti.
Perusahaan saya yang baru ini adalah sebuah Perusahaan yang bergerak dibidang konsultan dan kontraktor bangunan dan cukup berpengalaman dalam membangun hotel berbintang di Indonesia. Dan saat ini sedang mengerjakan sebuah project pembangunan hotel berbintang di Kupang. Dan saya adalah admin project (Bisa di katakan sekertaris proyek). Dan urusan menerima telpon dan membuat janji dengan para relasi adalah salah satu tugas saya. Back to "Dono"...
Dono ini adalah salah satu calon mitra kerja Perusahaan saya. Lebih tepatnya Perusahaannya sebagai salah satu supplier bahan bangunan buat Perusahaan saya.
Pagi ini...
Teruss … apa masalahnya?
Awalnya saya tidak merasa ada masalah saat dia menelepon.
Dono : ” Halo, dengan Mba Lory ? “Tapi kemudian …
Saya : ” Iya “
Dono : ” Mba, ‘gini … sebenernya … saya sudah ke kantor Ibu Kemarin … Tetapi Ibu Lory tidak ada di kantor … Dan Pak.. memberikan No HP Ibu ke saya… Katanya Pak.. sebelum ke kantor saya harus menghubungi Ibu Lory terlebih dahulu.....saya mau tanya, Apa Pak .. ada di kantor? .... Saya mau ke kantor Ibu setengan jam lagi … soalnya besok saya mau Ke Jakarta ….. Bisa tolong konfirmasi ke Pak... tentang kedatangan saya?..... tolong ya mba … terima kasih … “
Sekilas memang tidak ada yang salah dalam kalimat yang diucapkan,
selain mungkin anda bertanya – tanya apa maksud titik – titik di antara
kalimat atau kata – kata di atas.
Inilah yang membuat saya kesal. Karena dia mengatakannya sambil MENGUNYAH makanan!
Duh, bener-bener dagh! Nggak ada manner-nya sama sekali *angry*
Seriously, saya terganggu! Bukannya karena dia tidak membagi – bagi
makanannya ke saya atau makan sendirian saja. Tapi, kenal saja kami
tidak. Lain halnya kalau kami saling kenal. Mau sambil makan, minum,
jongkok, loncat - loncat trus gelantungan di atas pohon atau jungkir
balik saat menelepon, saya tidak akan peduli. Tapi ini …
Dia sadar tidak ya kalau saya ini orang lain? Dan bahwa berbicara
dengan orang lain melalui telepon itu ada etikanya? Lebih dari itu,
bahwa dia mewakili organisasi atau kantor / perusahaan tempat dia
bekerja. Dan bahwa hal kecil semacam ini bisa membangun image yang tidak
baik terhadap kantornya?
