Dilanjutkan Doa pagi dan mempersiapkan diri ke kantor.
Dengan kondisi tubuh yang tidak fit saya pun buru-buru berangkat ke kantor diantar adik saya.
Sepanjang perjalanan sebelum saya sampai di kantor, saya sempat menaikkan doa: "Tuhan, hari ini saya benar-benar lelah.. Tolong berikan kekuatan untuk menjalani hari ini.. Karena hari ini ada banyak sekali pekerjaan yang harus saya selesaikan. Dan ada janjian dengan beberapa teman saya yang harus saya penuhi. Huuf, pokoknya hari yang panjang dan akan melelahkan.. Hal itu terpikirkan ketika saya membuka mata di pagi hari..
Dan Tuhan memang menjawab doa saya dengan memberi kekuatan pada saya lewat suatu kejadian yang sederhana..
Setelah sampai di Eltari, kami harus berhenti karena lampu merah. Dalam hati saya sedikit kesal juga, karena jam di tangan saya sudah menunjukan 08.20; artinya saya sudah telat 20 menit. Dalam beberapa menit perhentian kami di lampu merah itu, saya melihat sebuah pemandangan, yang hampir tiap hari saya lewati. Menurut saya itu pemandangan yang biasa, karena hampir tiap hari saya melihat itu. Tetapi hari ini saya merasa ada yang berbeda dari hari-hari kemaren. Biasanya saya paling cuek atau masa bodoh, apa lagi dalam keadaan saya sudah terlambat ke kantor. Tidak ada yang menarik perhatian saya, dari pada bagaimana saya harus tiba secepatnya di kantor..
Dan Tuhan memang menjawab doa saya dengan memberi kekuatan pada saya lewat suatu kejadian yang sederhana..
Setelah sampai di Eltari, kami harus berhenti karena lampu merah. Dalam hati saya sedikit kesal juga, karena jam di tangan saya sudah menunjukan 08.20; artinya saya sudah telat 20 menit. Dalam beberapa menit perhentian kami di lampu merah itu, saya melihat sebuah pemandangan, yang hampir tiap hari saya lewati. Menurut saya itu pemandangan yang biasa, karena hampir tiap hari saya melihat itu. Tetapi hari ini saya merasa ada yang berbeda dari hari-hari kemaren. Biasanya saya paling cuek atau masa bodoh, apa lagi dalam keadaan saya sudah terlambat ke kantor. Tidak ada yang menarik perhatian saya, dari pada bagaimana saya harus tiba secepatnya di kantor..
Saya membalikkan tubuh untuk melihat ke belakang, dan melihat pemandangan yang membuat saya tersenyum pertama kalinya untuk hari ini..
Dua orang anak kecil dan mereka itu loper koran yang biasa mangkal untuk menjual koran mereka di lampu merah itu. Umur mereka sekitar 5-6 tahun. Dengan tangan kiri menggendong koran dan tangan kanan memegang salah satu koran untuk ditawarkan ke orang-orang melewati jalan itu. Tampak sekali di depan mata saya; mereka tersenyum seolah-olah tidak terlihat beban, masalah apapun. Mereka berdua bercanda sampai tertawa terbahak-bahak. Bahkan saling memukul satu sama lain. Terlihat kalau mereka sedang bercanda.
Saya terpana dengan senyum dua anak kecil ini.. Mereka senyum dengan sangat lebar, sampai-sampai mata saya yang sedikit rabun jauh ini pun dapat melihat dengan jelas gigi ompong salah satu dari mereka..
Lampu hijau dan kami harus buru-buru untuk tancap gas, dan tatapan saya masih di kedua anak itu, dannn.. mereka pun melambaikan tangan dan meneriakkan kepada saya: "Daaa.. daaa.."
Saya tak menyangka mereka ikut menyapa saya dan tersenyum pada saya..
Bukan hanya itu, mereka seperti tak bosan melihat saya dan terus saja melihat saya, walaupun kami sudah melaju jauh..
Dari jauh, tangan mungil mereka masih melambai ke arah saya..
Lucuuu.. Dan tanpa saya sadari, senyum lebar pun sudah menghiasi wajah saya..
Saya pun berbahagia...
Saya berpikir bahwa hari ini, saat itu, Tuhan sedang tersenyum pada saya lewat senyuman mereka.. Tuhan menyapa saya lewat sapaan mereka..
Selamat pagi Lory..
Matahari pagi masih bersinar..
Ku brikan kesempatan padamu untuk menikmati hidup yang penuh anugerah padamu..
Dan mengapa kamu tak menikmatinya hari ini??