” I miss him jojooo … “
Begitulah kata teman saya saat kami sedang membahas masa lalunya. Dia
bercerita kalau dulu dia pernah memiliki seorang kekasih yang begitu
mencintainya. Begitu diterima oleh seluruh anggota keluarga teman saya Bertanggung jawab. Tidak banyak menuntut.
Sabar. Pengertiannya besar. Jujur. Setia. Perhatian. Cakep. Wah, kalau mendengar teman
saya menggambarkannya, sepertinya dia pria yang SEMPURNA! Semua hal yang
baik-baik ada dalam dirinya.
Mereka cukup lama berhubungan. Bisa dibilang sudah sampai membahas soal masa depan.
Buat teman saya,
” He is the one! Only one!"
Ya, tidak heran memang kalau deskripsi pasangannya bisa sampai sebagus itu.
Siapa yang menandingi? Tapi suatu hari hubungan itu harus kandas di tengah
jalan. Teman saya putus dengan kekasihnya. Apa penyebabnya ? Klise. Apalagi
kalau bukan, selingkuh! Siapa yang selingkuh? Hehehe … teman saya!
Meskipun teman saya
menjalin hubungan dengan pria lain. Dia merasa bersalah karena telah
mengkhianati mantannyanya demi seorang pria yang ternyata juga tidak bisa
bersama dengan teman saya oleh karena perbedaan keyakinan dan hal – hal mendasar
lainnya. Dan dia masih berharap mantan kekasihnya akan
kembali kepadanya. Suatu saat nanti. Memang penyesalan selalu datang terlambat saat orang tersebut baru menyadari kesalahannya. Dan hal itu juga yang di alami teman saya. Pernah suatu kondisi teman saya meminta untuk Balikan. (menjalin kembali hub mereka), tetapi di tolak oleh mantannya tersebut. Dengan alasannya mantannya masih sakit hati atas keputusan teman saya.
Hmmm.. well saya tidak mau menyalahkan atau membenarkan salah satu pihak. Bukan hak saya untuk menjudge siapa yang salah dan siapa yang benar. Saya bisa memahami perasaannya. Meskipun tidak 100%. Karena saya belum pernah
ada di posisi teman saya sebelumnya.
Apa yang teman saya hadapi (kerinduannya kepada mantan kekasihnya ) membawa saya kepada sebuah perenungan
akan arti atau makna sebuah hubungan. Hubungan dengan orang-orang yang kita
kasihi dalam kehidupan kita lebih spesifiknya. Bukannya saya tidak mengetahui
atau mengerti apa arti hubungan secara umum. Saya tahu apa hubungan itu. Tapi
yang saya maksudkan adalah bagaimana saya menterjemahkan kata tersebut untuk saya pribadi. Melalui pengalaman saya. Dengan pemahaman
dan bahasa saya sendiri. Pengalaman teman saya mengajarkan saya bagaimana merendahkan hati dan menghargai hubungan yang
saya miliki.
Well, selamat menghargai setiap hubungan yang kita miliki dengan orang-orang yang kita kasihi.