Minggu, 30 Juni 2013

Miss Him..

” I miss him jojooo … “
Begitulah kata teman saya saat kami sedang membahas masa lalunya. Dia bercerita kalau dulu dia pernah memiliki seorang kekasih yang begitu mencintainya. Begitu diterima oleh seluruh anggota keluarga teman saya  Bertanggung jawab. Tidak banyak menuntut. Sabar. Pengertiannya besar. Jujur. Setia. Perhatian. Cakep. Wah, kalau mendengar teman saya menggambarkannya, sepertinya dia pria yang SEMPURNA! Semua hal yang baik-baik ada dalam dirinya.

Mereka cukup lama berhubungan. Bisa dibilang sudah sampai membahas soal masa depan.
Buat teman saya,
” He is the one! Only one!"
Ya, tidak heran memang kalau deskripsi pasangannya bisa sampai sebagus itu. Siapa yang menandingi? Tapi suatu hari hubungan itu harus kandas di tengah jalan. Teman saya putus dengan kekasihnya. Apa penyebabnya ? Klise. Apalagi kalau bukan, selingkuh! Siapa yang selingkuh? Hehehe … teman saya! 

Meskipun teman saya menjalin hubungan dengan pria lain. Dia merasa bersalah karena telah mengkhianati mantannyanya demi seorang pria yang ternyata juga tidak bisa bersama dengan teman saya oleh karena perbedaan keyakinan dan hal – hal mendasar lainnya. Dan dia masih berharap mantan kekasihnya akan kembali kepadanya. Suatu saat nanti. Memang penyesalan selalu datang terlambat saat orang tersebut baru menyadari kesalahannya. Dan hal itu juga yang di alami teman saya. Pernah suatu kondisi teman saya meminta untuk Balikan. (menjalin kembali hub mereka), tetapi di tolak oleh mantannya tersebut. Dengan alasannya mantannya masih sakit hati atas keputusan teman saya.

Hmmm.. well saya tidak mau menyalahkan atau membenarkan salah satu pihak. Bukan hak saya untuk menjudge siapa yang salah dan siapa yang benar.  Saya bisa memahami perasaannya. Meskipun tidak 100%. Karena saya belum pernah ada di posisi teman saya sebelumnya. 

Apa yang teman saya  hadapi   (kerinduannya kepada mantan kekasihnya ) membawa saya kepada sebuah perenungan akan arti atau makna sebuah hubungan. Hubungan dengan orang-orang yang kita kasihi dalam kehidupan kita lebih spesifiknya. Bukannya saya tidak mengetahui atau mengerti apa arti hubungan secara umum. Saya tahu apa hubungan itu. Tapi yang saya maksudkan adalah bagaimana saya menterjemahkan  kata tersebut untuk saya pribadi. Melalui pengalaman saya. Dengan pemahaman dan bahasa saya sendiri. Pengalaman teman saya mengajarkan  saya  bagaimana merendahkan hati dan menghargai hubungan yang saya miliki. 
 
Well, selamat menghargai setiap hubungan yang kita miliki dengan orang-orang yang kita kasihi.