Jumat, 23 November 2012

Seharusnya Saya Bersyukur, Bukannya Mengeluh

Hari ini saya kembali merefleksi perjalanan hidup saya.. Jumat ini, di kantor ini, bahwa saya sepatutnya bersyukur karena saya yakin dan semakin yakin bahwa Tuhan memang menuntun saya bekerja di Telkomsel, karena Tuhan memberikan tempat terbaik untuk saya bertumbuh dalam Iman, salah satunya PD Philadelfia ini.

Philadelfia adalah satu-satunya Persekutuan Doa yang diadakan oleh kantor tempat saya bekerja untuk menjadi wadah sharing, doa bersama, mendiskusikan dan membagikan cerita hidup lewat kesaksian-kesaksian yang akan menginspirasi perjalanan hidup dalam Iman Percaya kami kepada Yesus Kristus lewat,  menjalin kebersamaan bagi Teman-teman yang beragama Kristen dari dedominasi manapun, baik Protestan maupun Khatolik. Ibadah yang diadakan disetiap hari Jumat pukul 12 siang. Saat teman-teman lain yang Muslim ke Masjid untuk sholat makan kami teman-teman yang Kristen bisa beribadah bersama di Rg. Meeting. Jumlah kami memang tidak banyak, karena memang mayoritas di Telkomsel Kupang adalah Muslim. 

Banyak hal yang saya dapatkan di PD Philadelfia ini. Iman saya bertumbuh lewat sharing Firman, mendengarkan kesaksian,  diskusi dan sharing dari teman-teman kantor lintas Divisi. Teman-teman kantor yang selama ini berhubungan dengan saya hanya sebatas kerjaan, namun  saya dapat mengenal mereka dalam dimensi yang berbeda. Mengetahui pengalaman mengalami 'Amazing Grace of God', pergumulan kehidupan sulit yang diselingi dengan momen-momen tak terduga buatan Sang Khalik, titik-titik pencerahan tentang makna kehidupan dan masih banyak lagi. Seriuuuus!!!

Saling mendoakan adalah salah satu bentuk Kasih diantara kami. Sadar bahwa kami hidup bukan untuk diri kami sendiri, tapi bagaimana bisa menjadi berkat buat orang-orang disekeliling kami. Walaupun dalam hal-hal yang sederhana.

Mulai mengawali hari dengan mengeluh. Kehilangan semangat bekerja. Dan sempat berpikir untuk segera meninggalkan kantor ini. Masih sangat jelas di ingatanku, bagaimana hari Rabu kemaren  aku menceritakan kepada sala satu temanku betapa bergumulnya aku meminta Tuhan menunjukkan apa aku harus meninggalkan kantor ini atau menetap di dalamnya?? Dan hari ini, apa yang terjadi seakan menjadi jawaban dari Tuhan untuk pergumulanku. 

Hari ini rasanya, aku yang harus pertama bersyukur. Bersyukur untuk kantor ini. Dan belajar menjadi bagian di dalamnya. Belajar mengenal dan mengasihi  orang-orang di dalamnya. Melakukan dengan sederhana, dengan rasa syukur dan kerendahan hati dalam senyum dan cara berkomunikasi di kantor.