TUHAN terlalu mengasihi kita..
IA tak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan berantakan.
IA mempunyai rencana untuk kita yang jauh melebihi dari apapun yang dapat kita bayangkan.
Sabtu, 21 Juli 2012 adalah hari terberat buat saya saat. Hari dimana semua pergumulan saya selama 3 tahun ini terjawab. Pagi ini, di dalam kamar ini, saya merasakan kehancuran hati yang amat dalam. Di hari ini saya dan pacar saya memilih untuk mengakhiri hubungan kami. Hati saya bercampur aduk menjadi satu. Rasanya sesak di dada. Airmata tak dapat ditahan. Rasanya ingin memeluk seseorang, dan menangis di bahu sahabat namun tak bisa. Mengadu ke orang tua saya saat ini tapi itu hal yang tak mungkin, karena saya tak mau menambah beban mereka. Seakan tabir langit terbuka dan hanya bisa memanggil Nama Tuhan tanpa bisa berkata apapun. Ohh GOD,.. What can i do now?
Just Pray..
Yahh, hanya ini yang bisa saya lakukan saat ini. Berdoa adalah jalan terbaik. Saya percaya inilah jawaban atas doa-doa saya selama 3 tahun ini. Bagian yang harus saya lewati. Tak ada yang perlu disesali. Syukurku ku pada-MU Tuhan...
Selesai berdoa saya menelpon seorang sahabat saya;
Suara yang berat dan dada saya yang begitu sesak kami mengobrol, hingga akhirnya saya tak sanggup untuk menahan air mata ini. Sahabat saya cuma diam mendengar isak tangis saya. Baberapa jam kami bicara via telpon dan akhirnya kami sepakat untuk bertemu.
Malam ini
Malam ini
Menghabiskan malam ini bersama seorang sahabat yang saya yakin dikirim oleh Tuhan untuk menemani saya dalam saat-saat kelam seperti ini. Memandang ke langit nan jernih dan tenang seakan menyuarakan satu hal yang sama kepada Dia yang bertahta di atas bintang-bintang. "Tuhan, terima kasih untuk proses berat ini. Karena dengan demikian, saya tahu bahwa saya bukan anak gampangan. Anak yang Kau Kasihi, akan selalu ditempa."
Di pantai ini, saya menangisi kenangan dan kepergian-nya..
Dan hari ini, saya memutuskan untuk membiarkan-nya berlalu.
Bukan dengan memalingkan wajah.. Namun dengan tangan yang melambai-lambai..
Selamat tinggal.. saya akan menutup lembaran ini dengan TUNTAS.
Tak ada yang perlu disesali.
Karena ini akan menjadi pelajaran berharga untuk cerita hidup saya
Saya akan melanjutkan perjalanan ini bersama Tuhan
Di pantai ini, saya menangisi kenangan dan kepergian-nya..
Dan hari ini, saya memutuskan untuk membiarkan-nya berlalu.
Bukan dengan memalingkan wajah.. Namun dengan tangan yang melambai-lambai..
Selamat tinggal.. saya akan menutup lembaran ini dengan TUNTAS.
Tak ada yang perlu disesali.
Karena ini akan menjadi pelajaran berharga untuk cerita hidup saya
Saya akan melanjutkan perjalanan ini bersama Tuhan
Tuhan..
Engkau tahu dan mengerti apa yang saya rasakan. Kesedihan mendalam dan kekecewaan menyakitkan. Saya memang lemah, tapi Engkau Kuat ya Tuhan Tolong jangan tinggalkan saya dalam kehancuran dan kesedihan ini. Dalam kondisi yang berantakan ini.
Tak selalu tahu maksud-Mu tapi ku tahu pasti hati-Mu..
Bahwa KASIH-MU selalu cukup bagi-ku untuk maju terus di dalam-MU..
-Amsal 17:17-
Seorang Sahabat menaruh Kasih disetiap waktu
dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran-Amsal 17:17-