Apa yang harus dilakukan saat SUARA HATI tidak sesuai dengan situasi/kondisi yang terjadi??
Apakah KEYAKINAN itu selalu akan berpadanan dengan yang kita INGIN, ataukah ada suatu ruang yang cukup besar yang seharusnya memisahkan/membedakan antara keduanya??
Apakah salah menjadikan apa yang kita mau sebagai KEYAKINAN BATIN untuk ber-SIKAP/mengambil KEPUTUSAN/menjalani RESIKO-nya?? Apa standar/batasan untuk membedakan keyakinan batin itu bukan berasal dari 'ego yang rusak'??
-Pertanyaan yang timbul setelah membaca SMS singkat dari seorang teman pukul 2.30 AM
